23 April 2024

Gendongan Depan Aman dan Nyaman Bagi Bayi? Cek 3 Tips Berikut!

KEDAINEWS.COM – Perlengkapan apa saja yang diperlukan ibu yang akan traveling bersama bayi?

Selain pakaian bayi, ibu juga memerlukan perlengkapan bayi yang dapat membantunya berpindah tempat, seperti stroller dan gendongan bayi.

Supaya tak ragu menggunakan gendongan bayi depan, para ibu bisa mengecek 7 faktanya ini.

1.Gendongan bayi depan tidak untuk bayi yang baru lahir

Mengapa gendongan bayi depan tidak disarankan untuk bayi baru lahir? Perlu ibu ingat, pada saat lahir ke dunia bagian tulang dan otot bayi belum terbentuk sempurna.

Bahkan, si kecil belum dapat menopang berat tubuhnya sendiri. Itu sebabnya, si kecil lebih banyak tidur dan beraktivitas dalam posisi tidur ataupun meringkuk.

Jika bayi salah posisi tubuh, bisa-bisa mengalami masalah pertumbuhan tulang.

2. Posisi kaki si kecil harus diperhatikan
Terkadang, ibu berpikir menggendong bayi itu mudah. Hanya tinggal memasukan si kecil ke dalam gendongan, dan rekatkan semua pengaman yang ada.

Namun ternyata, menggendong bayi juga ada cara dan posisinya, lho. Apalagi kalau si kecil masih berusia di bawah 1 tahun.

Lalu, bagaimana cara menggendong si kecil dalam gendongan bayi depan?

Pertama-tama, ibu harus membuat bayi dalam posisi duduk seperti kodok. Kedua kaki secara alami terbuka dengan pangkal pahan dan luhut menekuk.

Ibu tak perlu memaksa si kecil merapatkan atau meluruskan kaki. Hal tersebut hanya akan membuatnya merasa tidak nyaman dan melukai si kecil.

Penggunaan gendongan bayi depan, berarti mengharuskan si kecil terbuka dengan lebar. Bila kaki bayi belum dapat melakukannya, lebih baik ibu tidak memaksanya. Tunggu bayi lebih siap lagi untuk menggunakan gendongan depan.

3. Gunakan untuk menggendong si kecil menghadap depan
Lebih baik menggendong bayi posisi menghadap ibu atau membelakanginya?

Perlu ibu paham kalau si kecil yang berusia 3-4 bulan sangat memperhatikan raut wajah manusia, terutama ibu.

Biasanya, bila wajah ibu tak terlihat, si kecil akan menangis merasa ditinggal. Oleh sebab itu, sebaiknya ibu menggendong si kecil menghadap ibu ketika menggunakan gendongan bayi depan.

Biarkan posisi kepala bayi ada di bagian dada supaya dapat mendengar detak jantung dan mencium aroma tubuh ibu.

Biasanya, bayi akan mengamati wajah ibu ketika berinteraksi dengan orang lain. Tanpa disadari, ibu telah mengajarkannya bersosialisasi dan berekspresi.

Ketika si kecil mulai sibuk menoleh ke arah berlawanan, itu tanda dia siap digendong membelankangi ibu.

Previous post Ini 5 Tips Memilih Vape Aman dan Nyaman Buat Kamu!
Next post Spesifikasi Xiaomi Mi 9, Mi 9 SE, dan Mi 9 Battle Angel