28 November 2021

Awal Kuartal-4 2021, Volume Transaksi JFX Tembus Melebihi 7 Juta Lot

Yuk Bagikan Artikel Ini

KEDAINEWS.COM – Menjelang penghujung tahun 2021, disaat Indonesia semakin pulih dari kondisi pandemi yang melanda hampir 2 tahun terakhir, Jakarta Futures Exchange (JFX) berhasil membukukan volume transaksi yang tembus melewati 7 juta lot.

Hal ini mejadi bukti dari manfaat literasi, edukasi, dan sosialisasi yang dilakukan JFX masih sangat dibutuhkan, ketika minat masyarakat untuk melakukan investasi ditengah masa pandemi justru meningkat.

“Pencapaian Volume transaksi di JFX ini merupakan keberhasilan bersama dari dukungan banyak pihak,” kata Direktur Utama JFX Stephanus Paulus Lumintang di Jakarta, Senin (1/11).

Ia mengatakan, dibalik pencapaian ini tidak lepas dari peran pialang dan pedagang dan dukungan kebijakan dari Bappebti serta sinergitas antara JFX dan KBI juga sangat berperan aktif dalam melakukan edukasi serta sosialisasi ke stakeholders, investor dan para pelaku pasar yang semakin dewasa dalam berinvestasi.

Total transaksi Multilateral dan Bilateral hingga bulan Oktober (29/10) 7.094.959,00 lot.

Untuk Volume Transaksi Total Multilateral 1.295.101 Lot, di dominasi oleh komoditi Emas dan Kopi yang memiliki volume transaksi tertinggi. Dengan komoditi Emas menorehkan Total Volume Transaksi hingga 29 Oktober 2021 sebanyak 541.898 Lot. Sedangkan untuk Kopi 506.236 Lot.

Total transaksi Bilateral sebesar 5.799.683,00 Lot,  didominasi oleh emas, yaitu kontrak Loco London yang mencatat transaksi sebesar 3.494.120,80 Lot.

Pencapaian ini juga turut karena adanya peningkatan dalam animo masyarakat terhadap metode alternatif investasi di masa pandemi.

Hingga akhir tahun 2021 JFX optimis akan terus dapat berkembang, tidak hanya volume transaksi tetapi dengan terus berupaya meningkatkan kualitas transaksi, pelayanan kepada member serta seluruh stakeholder dan masyarakat umum.

“Dengan terus melakukan langkah-langkah strategis, menguatkan sinergi dengan para anggota bursa dan juga tidak henti melakukan beragam sosialisasi dan edukasi baik secara fisik, yang tentu mematuhi anjuran prokes dari pemerintah dan via online,” tutup Stephanus.

Yuk Bagikan Artikel Ini