24 April 2024

BSN Tetapkan SNI Susu Cair Plain

KEDAINEWS.COM – Susu, minuman yang memiliki banyak protein ini merupakan salah satu pilihan masyarakat Indonesia yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan di masa pandemi COVID-19.

Untuk menjaga kualitas susu, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8984:2021 Susu cair plain.

“Berdasarkan SK Kepala BSN Nomor 245/KEP/BSN/7/2021, BSN telah menetapkan SNI 8984:2021 Susu cair plain,” kata Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan dan Halal BSN Wahyu Purbowasito di Jakarta, Jumat (13/8).

Komite Teknis 67-09 menetapkan SNI yang merupakan revisi dan penggabungan dari SNI 3951: 2018, Susu pasteurisasi dan SNI 3950:2014, Susu UHT.

“SNI 8984:2021 menetapkan istilah dan definisi, bahan, klasifikasi, syarat mutu, pengambilan contoh dan cara uji untuk susu cair plain,” ujarnya.

Standar ini hanya berlaku untuk produk susu sapi dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain.

Dalam SNI 8984, susu cair plain adalah produk susu cair yang diperoleh dari susu segar atau susu rekonstitusi atau susu rekombinasi.

Adapun susu segar yakni cairan dari ambing sapi yang sehat dan bersih dari pemerahan yang benar.

Susu segar memiliki kandungan alami dan belum mendapat perlakuan apapun kecuali pendinginan.

Sementara, susu lemak penuh (full cream) adalah produk susu cair dari susu segar dengan pemrosesan secara UHT (Ultra High Temperature).

Susu cair plain terdiri dari susu lemak penuh, susu skim, susu skim sebagian, susu dan lemak penuh rekonstitusi.

Selanjutnya yaitu susu skim rekonstitusi, susu skim sebagian rekonstitusi, susu lemak penuh rekombinasi dan susu skim sebagian rekombinasi.

Mutu susu cair plain

Persyaratan mutu susu cair plain, Wahyu menerangkan terdapat 7 kriteria uji.

“Tujuh kriteria uji tersebut adalah keadaan (warna, bau, rasa) normal, kadar protein, kadar lemak, padatan susu tanpa lemak, cemaran logam berat, cemaran mikroba, serta aflatoksin,” jelas Wahyu.

Ia menerangkan, untuk cemaran logam berat sendiri terdiri dari kandungan timbal maksimal 0,02 mg/kg, kadmium maksimal 0,05 mg/kg, timah maksimal 40/2501 mg/kg, merkuri maksimal 0,02 mg/kg, arsen maksimal 0.10 mg/kg.

“Sebagai contoh, terkait cara uji secara prinsip pada uji keadaan warna, pengamatan contoh melalui indera penglihat (mata) panelis untuk pengujian warna,” ujarnya.

Jika terlihat warna sesuai dengan warna khas susu cair plain maka hasil normal, jika terlihat warna lain selain warna khas susu cair plain maka hasil tidak normal.

Wahyu mengingatkan kepada produsen susu cair plain untuk memperhatikan pengemasan dan penandaannya.

“Pengemasan produk dalam wadah yang tertutup rapat, tidak memengaruhi isi, aman selama penyimpanan dan pengangkutan,” tambahnya.

Tercatat sampai saat ini BSN juga telah menetapkan 12 SNI terkait susu antara lain SNI 2970:2015 Susu Bubuk, SNI 2971:2011 Susu Kental Manis, dan SNI 3713:2020 Es berbasis susu.

“SNI ini masih bersifat sukarela, sudah terdapat satu industri penerap SNI Susu Bubuk yakni PT Menara Ultra Indonesia,” ujar Wahyu.

Wahyu berharap makin banyak industri yang menerapkan SNI terkait susu sehingga produk susu yang beredar di pasaran kualitasnya dapat terjamin.

“Sehingga dapat melindungi konsumen, menjamin perdagangan pangan yang jujur dan bertanggung jawab, serta mendukung perkembangan dan diversifikasi produk industri susu olahan,” tutupnya.

Previous post Belajar Sukses dan Kaya Dari Sosok Jack Ma Pendiri Alibaba Group
Next post Tetap Fit Setelah Vaksin dengan 4 Tips ini!