23 April 2024

Wow Istri Omeli Suami Jadi Tersangka Kasus KDRT

KEDAINEWS.COM – Kasus istri berinisial V di Karawang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dan dituntut hukuman pidana 1 tahun di pengadilan menjadi buah bibir. Bagaimana tidak V dilaporkan ke Polda Jabar pada bulan September 2020 lalu oleh mantan suaminya atas dugaan KDRT. Diketahui, V memarahi mantan suaminya karena kerap mabuk dan melakukan perjudian.

Latar Belakang Kasus ini bermula dari permasalahan rumah tangga antara V dan CYC. V ini merupakan warga negara Indonesia asli asal Karawang. Sedangkan CYC ini dulunya adalah warga negara Taiwan yang belum lama dinaturalisasi sebagai WNI.

Mereka menikah pada tahun 2000 dan telah dikaruniai dua orang anak. V pada saat itu bekerja di Taiwan. Dan CYC merupakan seorang duda tiga anak di Taiwan. V dan CYC memilih tinggal di Indonesia pada tahun 2005 dengan merintis usaha toko material.

Namun sejak tahun 2005-2016, CYC sering bolak-balik ke Taiwan karena izin tinggal dalam periode 4 bulan sekali. Selama periode itu, CYC tidak bekerja dan mengandalkan hidup dari istrinya. Karena sering bolak-balik ke Taiwan yang menghabiskan dana banyak, V kemudian mengusulkan agar CYC pindah warga negara Indonesia (WNI). Tujuannya adalah setelah CYC jadi WNI, bisa kerja di Indonesia dan tidak perlu lagi bolak-balik ke Taiwan.

Pada tahun 2017, ketika CYC sudah jadi WNI, masalah malah semakin bertambah. CYC ini diduga mendirikan usaha sendiri dari keuntungan toko material istrinya secara diam-diam. Cekcok  berkelanjutan hingga 2019. CYC mulai jarang pulang, mabuk-mabukan hingga main judi. Di situ V mulai berniat untuk cerai.

Namun, karena mediasi yang dilakukan terus menerus, gugatan cerai baru diajukan pada September 2019 di Pengadilan Negeri Karawang. Karena V mengajukan gugatan cerai, CYC melaporkan istrinya itu atas dugaan pemalsuan surat kendaraan di Polsek Teluk Jambe. Kasus dugaan pemalsuan surat itu kini masih dalam proses penyelidikan.

Kemudian pada Januari 2020, PN Pengadilan Karawang mengabulkan gugatan cerai V terhadap CYC. Majelis hakim juga memutuskan hak asuh dua anak di tangan V. CYC diminta membayar biaya hidup dua anak itu sebesar Rp 13 juta per bulan. Di bulan yang sama, tanggal 15 Januari 2020, CYC meminta pembagian harta gono-gini ke V senilai 50 persen dari yang dia miliki saat ini.

Seiring berjalannya waktu, CYC ini juga mengajukan gugatan banding atas perceraian itu. Pada Agustus 2020, Pengadilan Tinggi Bandung menguatkan putusan PN Karawang atas perceraian itu dan tetap memenangkan V.
CYC tak terima, kemudian pada September 2020, dia mengajukan kasasi atas perceraian itu. Dia juga melaporkan V ke Polda Jabar atas dugaan KDRT. Karena dilaporkan ke Polda Jabar atas dugaan KDRT, V tidak merasa melakukan KDRT itu melaporkan balik CYC atas dugaan penelantaran anak ke Polres Karawang pada Desember 2020.

Januari 2021, V ditetapkan sebagai tersangka dan persidangannya terus bergulir hingga Kamis (11/11)  dituntut 1 tahun penjara.

Previous post New Xpander Meluncur, Saingan All New Avanza?
Next post Andika Perkasa Resmi Jabat Panglima TNI