kedaiSTYLE

Kamu Mahasiswa Hukum Tingkat Akhir? Ini 6 Tips Selesaikan Skripsimu

KEDAINEWS.COM – Untuk melepas status mahasiswa menjadi sarjana tidak lepas dengan yang namanya skripsi. Namun, perjalanan untuk menyelesaikan skripsi tidak melulu berjalan mulus. Tantangan dari diri sendiri maupun dari external pasti berdatangan. Lalu, bagaimana cara menulis skripsi yang baik, khususnya untuk mahasiswa hukum? Apa saja kiat untuk menyelesaikan skripsi agar gelar sarjana hukum bisa tercapai?

Pertama, pilih tema sesuai dengan minat dan keinginan. Indri Tedja Tyasning, alumni FH Universitas Gajah Mada (UGM), menjelaskan dalam mengerjakan skripsi kesulitan biasanya ada saat ingin memulai. Juga keinginan bagaimana caranya supaya tidak mirip dengan penelitian yang sudah ada, sehingga sangat dibutuhkan untuk menentukan tema atau topik yang diminati agar pengerjaannya lebih mudah.

Menurut Indri, rata-rata kesulitan yang dialami saat membuat skripsi adalah “memulai dari mana”. “Mau bikin paragraf pertama susah banget, sehingga perlu tentukan tema atau topik apa yang jadi minat dan menjadi keinginan kamu yang ingin diteliti sehingga akan lebih mudah dalam melakukan pengerjaannya,” katanya.


Indri berpendapat, skripsi yang baik adalah yang bisa merangkum permasalahan yang ada di sekitar. Dia mengaku suka melihat penulisan-penulisan yang membahas hal yang tidak terlalu rumit, seperti implementasi peraturan daerah. Dan yang menggunakan pendekatan lain selain hukum. Contohnya, pendekatan sosio-yuridis, juga historis,” ujarnya.

Kedua, perbanyak referensi. Menurutnya, referensi bisa didapatdari berita, buku, jurnal, dan juga wawancara narasumber. Dengan banyaknya referensi maka akan semakin kaya untuk melakukan perumusan masalah.

“Walaupun ternyata banyak juga narasumber yang sulit untuk ditemui. Rajin-rajin bawa buku dan mencari sumber untuk referensi. Saat memulai skripsi aku coba menulis lagi latar belakang secara singkat. Yang penting tidak copy paste saja,” tambahnya.

Ketiga, tidak bertele-tele. Dia menyarankan ketika skripsi sudah masuk ke bab pembahasan, sebaiknyalangsung menulis to the point. “Inti dan jawaban dari rumusan masalah apa. Jangan terlalu banyak ‘muter muter’. Dikasih referensi, acuan kayak kutipan  sangat perlu tetapi seperlunya saja,” katanya.

Keempat, menjaga keaslian. Menurut Indri, bila ada penelitian yang sebelumnya sama, di bab keaslian penelitian sebaiknya dicantumkan. “Dijabarkan bedanya di mana perbedaannya yang ada,” jelasnya.

Kelima, rajin bertemu Dosen Pembimbing Skripsi. Indri mengatakan, banyaknya tantangan yang dihadapi selama mengerjakan skripsi sebaiknya dikonsultasikan ke dewan pembimbing skripsi. Bertemu dengan dosen pembimbing akan menghasilkan revisi bagi skripsi yang dibuat.


Menurut Indri, hal itu bagus karena revisi akan membuat mahasiswa giat belajar. Mahasiswa kembali dituntun untuk memenui kekurangannya. Dan dosen pembimbing skripsi paling tahu kekurangan itu. Revisi juga jadi cara supaya mahasiswa konsultasi terus dengan dosennya.

“Rata-rata yang skripsi itu udah habis kuliah teorinya, sudah selesai dengan mata kuliah yang menjadi landasan dari skripsi tersebut. Kecuali kalau ada ngulang. Jadi sangat dibutuhkan untuk mengatur waktu. Dan yang terpenting jangan lost contact sama pembimbing skripsi,” jelas Indri.

Keenam, fokus dan tidak pantang menyerah dalam menyelesaikan skripsi. Muhammad Ridho, Alumni Fakultas Hukum Universitas Brawijaya mengatakan, mahasiswa yang sedang menulis skripsi sebaiknya memanfatkan waktu sebaik mungkin dan fokus terhadap pengerjaan skripsi. Menurutnya, sangat fokus dibutuhkan untuk membuat timeline dalam mengerjakan skripsi.

“Sering ke kampus untuk diskusi dengan dosen pembimbing, sharing dengan teman yang sudah selesai mengerjakan skripsi, manfaatkan waktu sebaik mungkin dan harus mencari motivasi sehingga tidak mudah pantang menyerah dalam mengerjakan skripsi,” jelasnya.

Yuk Bagikan Artikel Ini :

BACA ARTIKEL LAINNYA