25 June 2024

KEDAINEWS.COM – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau akrab disapa kang Emil menepis isu rencana pemindahan ibu kota provinsi ke Tegalluar, yang saat ini masuk wilayah administratif Kabupaten Bandung.

Menurut Emil, yang berpindah bukanlah ibu kota provinsi, melainkan pusat pemerintahan yang akan disatukan dengan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Tegalluar. Namun itupun baru pada tahap wacana.

“Bukan pemindahan ibu kota, tapi wacana penyatuan pusat pemerintahan. Jadi jangan pakai sebutan ibu kota karena itu jelas berbeda,” ujarnya di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (15/10).

Emil memastikan, Ibu Kota Jabar tetap Kota Bandung. Namun pusat pemerintahannya diwacanakan berkumpul di tiga kawasan potensial, yaitu Tegalluar, Walini dan Kertajati.

“Jadi Ibu Kota Jabar tetap Bandung, tapi pusat pemerintahan kantornya berkumpul di tiga kawasan potensial, yaitu Tegalluar karena pusat pertumbuhan, Walini dan Kertajati,” ujarnya.

Tegalluar disebut paling potensial menjadi lokasi wacana pemindahan pusat pemerintahan Jabar. Daerah yang menjadi titik akhir pemberhentian Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut dinilai strategis karena jadi simpul beberapa ruas jalan tol dan pusat ekonomi lainnya.

“Potensi Tegalluar bagus karena simpulnya di situ, hendak ke Cisumdawu di situ, ke Jakarta, Tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya), kereta cepat juga di situ. Jadi kawasan ini sangat strategis. Dari situ ke Stadion GBLA juga tinggal menyeberang, ke Masjid Al Jabbar cuma lima menit,” tuturnya.

Ia mencontohkan, ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, pusat pemerintahannya berkumpul di Putrajaya. Namun demikian, wacana pemindahan pusat pemerintahan Jabar tersebut perlu dikaji lebih dalam dan mendapat persetujuan dari berbagai pihak.

Previous post Syaiful Islam: PKN Sumsel Yakin Lolos Verifikasi Faktual
Next post BMKG: Cuaca Ekstrem Berlanjut Hingga Pekan Depan