4 March 2024

Kukuhkan TPAKD, Gubernur Sumsel Perluas Akses Keuangan Bagi Masyarakat

KEDAINEWS.COM – Hasil survey nasional literasi dan inklusi keuangan tahun 2019, mencatatkan indeks literasi Sumsel 38,03 persen dan inklusi Sumsel 85,08 persen, kesemuanya di atas target dan rata-rata nasional.

Data tersebut menunjukan tingkat kemudahan dan ketersediaan akses keuangan di sumsel, sehingga masyarakat dapat memahami dan menggunakan produk layanan keuangan formal.

Namun demikian, harus diakui masih terdapat gap besar antara tingkat literasi (pemahaman) dan tingkat inklusi (penggunaan) masyarakat.

Lebih lanjut, Pemerintah Pusat juga telah menetapkan target literasi 50 persen dan inklusi 90 persen di tahun 2024.

Beranjak dari kondisi tersebut, sebagai upaya perluasan akses keuangan, Gubernur Sumsel Herman Deru, mengukuhkan 10 (Sepuluh) TPAKD secara serentak pada Selasa, 25 Januari 2022 bertempat di Ballroom Hotel Novotel Palembang yang dilaksanakan secara hybrid.

Dengan demikian, seluruh TPAKD Kab/Kota di Sumsel telah terbentuk dan dikukuhkan.

7 TPAKD Kab/Kota yang dikukuhkan tahun 2021 oleh Bupati/ Walikota:

  1. Kota Palembang;
  2. Kota Pagaralam;
  3. Kabupaten Banyuasin;
  4. Kabupaten Muara Enim;
  5. Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir;
  6. Kabupaten Ogan Komering Ulu;
  7. Kabupaten Ogan Komering Ilir.

10 TPAKD Kab/Kota yang dikukuhkan tahun 2022 oleh Gubernur Sumsel:

  1. Kota Prabumulih;
  2. Kota Lubuk Linggau;
  3. Kabupaten Empat Lawang;
  4. Kabupaten Musi Banyuasin;
  5. Kabupaten Lahat;
  6. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur;
  7. Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan;
  8. Kabupaten Musi Rawas;
  9. Kabupaten Musi Rawas Utara; dan
  10. Kabupaten Ogan Ilir.

Sebagai pembuka kegiatan, Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel, Untung Nugroho melaporkan bahwa kinerja lembaga jasa keuangan di tahun 2021 menunjukan performa yang sangat baik, bahkan terjadi peningkatan kinerja meski di masa pandemi.

Penyaluran kredit perbankan telah mencapai Rp91,09 Triliun tumbuh 5,79 persen (yoy) dengan rasio NPL yang masih terjaga pada level 1,39 persen.

Pembiayaan dari sektor IKNB telah mencapai Rp12,5 triliun tumbuh 8,3 persen (yoy), dengan rasio NPF di level 2,6 persen.

Investor Pasar Modal di Sumsel telah tercatat sebanyak 165.081 investor dengan total transaksi mencapai Rp101,6 Triliun.

Lebih lanjut, Untung juga menyampaikan bahwa upaya peningkatan akses keuangan juga telah dilakukan melalui optimalisasi penyaluran KUR dengan pola KUR Klaster Pertanian, Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR), dan kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

“Perluasan akses keuangan sangat penting, khususnya dalam peningkatan literasi keuangan, agar masyarakat paham dan mendapatkan manfaat dari penggunaan produk layanan keuangan”, imbuh Untung.

Gubernur Sumsel, Herman Deru selaku Dewan Pengarah TPAKD Provinsi Sumatera Selatan, dalam arahannya kepada seluruh Sekretaris Daerah selaku koordinator TPAKD Kabupaten/Kota, agar dapat meningkatkan sinergi antarpihak demi tujuan bersama yakni meningkatkan ekonomi keuangan masyarakat.

Gubernur juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh Kab/Kota karena telah membentuk TPAKD.

“Segera setelah pengukuhan, TPAKD Kab/Kota dapat merealisasikan program kerjanya, agar mendukung percepatan pemulihan ekonomi di daerah”, imbuhnya.

Selepas Pengukuhan TPAKD, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) TPAKD Se-Sumatera Selatan Semester I-2022, yang dipimpin oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Suman Asra Supriono.

Pada kesempatan tersebut, seluruh koordinator TPAKD menyampaikan rencana, pencapaian serta kendala – kendala yang dihadapi dalam melaksanakan program kerja masing – masing daerah.

Previous post Bank Indonesia Luncurkan BI-FAST, Permudah Transaksi Ritel
Next post Astra Motor Sumsel Adakan Community Gathering 2022