21 September 2021

Membeli Oximeter Saat Pandemi?

Yuk Bagikan Artikel Ini

KEDAINEWS.COM – Hingga kini, jumlah kasus positif COVID-19 masih terus meningkat. Berbagai institusi kesehatan, termasuk WHO, mulai menyarankan masyarakat untuk menyediakan oximeter di rumah. Oximeter (pulse oximeter) adalah alat pengukur kadar oksigen dalam darah. Alat ini penting untuk Anda miliki karena kondisi kurangnya oksigen dalam tubuh umumnya tidak menimbulkan gejala.

Padahal, kondisi tersebut sangat berbahaya dan mengancam nyawa bila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, penting untuk selalu memantau kadar oksigen dalam tubuh, terutama bagi seseorang yang dinyatakan positif COVID-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri.

Namun, tak hanya untuk COVID-19, alat ini juga berperan penting untuk mendeteksi kadar oksigen dalam darah yang bisa menurun akibat berbagai kondisi atau penyakit lain, seperti:

Gagal napas
Asma
Pneumonia
Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
Gagal jantung
Anemia

Alat ini umumnya berbentuk klip yang digunakan dengan cara dijepitkan di jari tangan. Setelah terpasang, sensor pada alat oximeter akan mengevaluasi jumlah hemoglobin atau zat di dalam sel darah merah yang bertugas untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Alat oximeter dilengkapi dengan layar monitor kecil. Pada layar monitor tersebut, akan ditampilkan hasil pengukuran kadar oksigen dalam darah.

Berikut ini adalah beberapa tips dan cara menggunakan oximeter dengan baik dan benar:

Cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan oximeter. Pastikan kuku dalam kondisi bersih, tidak panjang, dan hindari penggunaan cat kuku berwarna gelap atau kuku palsu. Hangatkan jari tangan, terutama jika jari terasa dingin.
Nyalakan oximeter dan posisikan jari, baik jari telunjuk, jari tengah, atau ibu jari, di antara capit oximeter.

Setelah oximeter terpasang, diam dan tunggu selama beberapa detik hingga alat berhasil mengukur kadar oksigen dalam darah. Pada layar oximeter, tertera dua angka dengan arti yang berbeda. Angka yang ditandai dengan %SpO2 menunjukkan saturasi oksigen dalam darah, sedangkan angka yang tertera sebagai huruf HR (heart rate) menunjukkan jumlah denyut nadi atau detak jantung Anda.

Saturasi oksigen dikatakan normal apabila nilai saturasi oksigen (%SpO2) berada di angka 95% atau lebih. Sementara itu, seseorang dikatakan mengalami kekurangan oksigen atau hipoksemia jika nilai saturasi oksigennya turun hingga kurang dari 92%. Kondisi ini perlu segera mendapatkan penanganan dari dokter.

Oximeter ini dapat anda beli ditoko online dengan harga bervariasi mulai dari 90 ribu hingga ratusan ribu rupiah tergantung model.

Yuk Bagikan Artikel Ini
Previous post Pamungkas, Musisi Muda Pendatang Baru Penyanyi Favorit dan Pencipta Lagu Anak Zaman Now.
Next post Laba KBI Tumbuh 40,6 Persen di Semester I 2021