28 November 2021

Mitigasi Kurs Dan Harga Internasional, Eksportir Rumput Laut Dapat Manfaatkan Resi Gudang

Yuk Bagikan Artikel Ini

KEDAINEWS.COM – PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) (Persero) terus mendorong pemilik komoditas rumput laut untuk memanfaatkan Sistem Resi Gudang, khususnya dalam kaitan kegiatan ekspor.

Hal ini dalam upaya mitigasi harga internasional, serta terkait pergerakan kurs US dollar yang menjadi mata uang acuan dalam ekspor.

Dengan memanfaatkan Sistem Resi Gudang, petani rumput laut dapat memasukkan komoditas rumput laut yang mereka miliki saat kurs US Dollar turun, dan melakukan ekspor pada saat kurs US Dollar membaik.

Selain itu, pemanfaatan Resi Gudang juga bisa dilakukan saat terjadi pergerakan harga di pasar internasional yang menurun.

Demikian disampaikan oleh Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT KBI (Persero) melalui keterangan tertulisnya kepada media, Jum’at (19/11).

Indonesia yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan, menjadi salah satu negara eksportir terbesar untuk komoditas rumput terutama rumput laut kering.

Nilai rumput laut di pasar dunia saat ini USD 2,9 miliar dengan hampir 807 ribu ton. Indonesia berkontribusi sebesar 195 ribu ton dengan pangsa 25 persen.

Data dari Biro Pusat Statistik menunjukkan, selama rentang waktu 2014-2019, ekspor rumput laut nasional juga tercatat tumbuh rata-rata sebesar 6,53 persen per tahun.

Untuk Tahun 2020 volume ekspor tercatat sebesar 195.574 ton dengan nilai mencapai USD279,58 juta.

Salah satu pengelola gudang dan eksportir rumput laut yang memanfaatkan Sistem Resi Gudang adalah PT Rahmat Bahari Indonesia yang berada di Bali.

Sepanjang tahun 2021, PT Rahmat Bahari Indonesia telah meregistrasikan rumput laut sebanyak 4 Resi Gudang, dengan volume 63.592 Kg senilai Rp. 508.736.000,-.

“Dengan adanya Sistem Resi Gudang ini, kami tentunya dapat menjaga ketersediaan barang yang ada, sehingga dapat menawarkan kepada buyer-buyer luar negeri. Selain itu, kami dapat memitigasi fluktuasi harga serta rate kurs yang ada,” kata Pimpinan PT Rahmat Bahari Indonesia Ni Nyoman Ribek.

Fajar Wibhiyadi menambahkan, ini tentunya bisa menjadi kisah sukses pemanfaatan Resi Gudang di Indonesia, khususnya dari sisi eksportir.

“Selain dalam upaya menjaga stabilitas harga, Resi Gudang dapat bermanfaat bagi pemilik komoditas untuk mendapatkan pembiayaan bagi kelangsungan usahanya,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2021 sampai dengan bulan Oktober tercatat 19 RG dari komoditas rumput laut yang teregistrasi dalam volume 1,4 Ton, dengan nilai barang Rp. 32,7 Miliar dan nilai pembiayaan sebesar Rp. 21,9 Miliar.

Sedangkan sepanjang tahun 2020, komoditas rumput laut yang teregistrasi sebanyak 10 RG dengan volume 743,5 Kg senilai Rp 15 Miliar, dan nilai pembiayaan sebesar 2,3 Miliar.

“Dari sisi bisnis pembiayaan, Sistem Resi Gudang merupakan salah satu potensi yang bisa berkembang. Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan Sistem resi Gudang. Kami optimis, seiring dengan peningkatan pemanfaatan Resi Gudang, sisi pembiayaan juga akan mengalami peningkatan”, tutup Fajar.

Yuk Bagikan Artikel Ini