26 October 2021

Wamendag: Sinergi Kunci Bangun Ekosistem SRG Sejahterakan Petani

Yuk Bagikan Artikel Ini

 

KEDAINEWS.COM – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, perlu sinergi dengan berbagai pihak untuk membangun ekosistem sistem resi gudang (SRG) di Indonesia.

“Melalui sinergi tersebut, SRG dapat lebih optimal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani di Indonesia,” kata Wamendag Jerry Sambuaga di Bandung, Jumat (17/9).

Hal ini disampaikan Jerry saat membuka Public Hearing “Membangun Ekosistem Sistem Resi Gudang di Indonesia” yang digelar secara hibrida.

Kegiatan ini diselenggarakan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

“Kemendag telah membangun SRG sejak 2006 untuk membantu mengatasi tantangan petani daerah yang kesulitan dalam mendapatkan harga yang menguntungkan saat panen. Hal ini karena petani tidak mempunyai gudang untuk menyimpan hasil pertanian,” jelas Jerry.

Untuk itu, tambah Dia, Kemendag memberikan solusi dengan membangun gudang SRG sebagai instrumen tunda jual untuk membantu kesejahteraan petani.

“Untuk mendukung pelaksanaan SRG, Kemendag telah membangun gudang SRG beserta sarananya melalui APBN di daerah sentra produksi,” ujarnya.

Saat ini terdapat 123 gudang SRG di berbagai daerah di Indonesia.

“Melalui SRG petani dapat menyimpan komoditas selama 3—5 bulan dan dijual kembali ketika harga menguntungkan,” tambahnya.

Wamendag menyebut, SRG adalah sebagai instrumen sistem pembiayaan perdagangan melalui pemberian kredit untuk petani.

“SRG bermanfaat untuk menjaga stabilitas harga komoditi di pasar dan menjadi instrumen Pemerintah untuk persediaan pangan nasional,” ucapnya.

Terdapat beberapa faktor dalam membangun ekosistem SRG di daerah yaitu dukungan pemerintah pusat dan daerah serta lembaga SRG.

Selain itu, terdapat faktor pengelola gudang yang mandiri dan profesional, dukungan infrastruktur pendukung, terciptanya jaringan pemasaran, serta kelembagaan petani/nelayan/peternak di lokasi gudang SRG.

“Faktor tersebut akan membentuk ekosistem yang akan menunjang pelaksanaan SRG yang nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT KBI Fajar Wibhiyadi mengatakan, Seiring dengan perkembangan teknologi, KBI telah memperbarui aplikasi registrasi yaitu IsWare NextGen, dengan menggunakan teknologi Blockchain, dan Smart Contract.

“Dengan aplikasi ini, para pemilik komoditas dapat melakukan registrasi dengan mudah dan aman,” ujarnya.

Fajar melanjutkan, pusat registrasi resi gudang merupakan perwujudan dari tugas KBI sebagai akselerator ekonomi masyarakat.

“Untuk itu, KBI telah menjalankan program kemitraan dalam lingkup tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui pembiayaan untuk pemilik barang yang menyimpan di gudang resi gudang (RG) sebagai bukti kepemilikan barang,” pungkasnya.

Terkait program kemitraan dengan jaminan resi gudang oleh KBI, hingga Agustus 2021 jumlah jaminan resi gudang melalui program kemitraan tercatat sebesar Rp 5,3 miliar untuk 14 resi gudang yang berasal dari 97 mitra.

Nilai ini naik 3,9 persen dari sepanjang 2020 yang tercatat sebesar Rp 5,1 miliar untuk 7 resi gudang dengan 95 mitra.

Hingga 2021, pelaksanaan SRG telah mencakup 20 komoditas, yang terdiri atas komoditas pangan pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertambangan.

Terdapat peningkatan partisipasi pelaku usaha komoditas dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2021, terdapat 96 pengelola SRG yang telah mendapatkan persetujuan dari Bappebti, 153 Gudang SRG, serta 70 Lembaga Penilaian Kesesuaian SRG yang mendukung pelaksanaan SRG di Indonesia.

Peningkatan ini berdampak pada peningkatan nilai pemanfaatan SRG dalam tiga tahun terakhir.

Pada  periode Januari—September  2021, nilai transaksi resi gudang mencapai Rp329,21 miliar tumbuh 169 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ini karena adanya peningkatan pembiayaan berbasis SRG yang tersalurkan yaitu mencapai Rp233,02 miliar atau naik 205 persen dari periode yang sama sebelumnya.

Yuk Bagikan Artikel Ini
Previous post Tokopedia: UMKM Maker dan Reseller Lokal Jadi Kunci Pulihkan Ekonomi Nasional
Next post 2 hari lagi, Manfaatkan Promo Menarik Honda Sport Motoshow