Peringkat Keamanan Siber: Belgia Terdepan, Indonesia Peringkat 48

KEDAINEWS.COM – Menurut National Cybersecurity Index (NCSI) 2023, Belgia menempati peringkat tertinggi sebagai negara dengan keamanan siber terbaik, mencatat skor 94,81 poin. Hal ini menandai komitmen kuat Belgia dalam membangun infrastruktur digital yang aman serta melindungi warganya dari ancaman online. Beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap prestasi ini antara lain adalah:

  1. Komitmen Politik yang Kuat: Pemerintah Belgia telah mengadopsi strategi keamanan siber nasional yang komprehensif dan mengalokasikan sumber daya yang memadai untuk implementasinya.
  2. Kerjasama Publik-Swasta yang Erat: Kerjasama yang solid antara pemerintah dan sektor swasta dalam memerangi kejahatan siber serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keamanan siber.
  3. Kapasitas Keamanan Siber yang Unggul: Belgia memiliki lembaga seperti National Cyber Security Centre (NCSC) yang bertanggung jawab atas penanganan keamanan siber dengan efektif.
  4. Regulasi yang Efektif: Negara ini memiliki undang-undang yang kuat untuk melindungi data pribadi dan infrastruktur digital dari serangan siber.
  5. Kesadaran Masyarakat yang Tinggi: Masyarakat Belgia memiliki tingkat kesadaran yang tinggi akan pentingnya keamanan siber, tercermin dalam praktik-praktik keamanan yang mereka terapkan dalam aktivitas online mereka.

Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan keamanan siber, dengan skor 63,64 poin dan menduduki peringkat ke-48 secara global. Beberapa area yang perlu diperbaiki meliputi:

  1. Infrastruktur Digital yang Aman: Perlu peningkatan infrastruktur digital yang tangguh dan mampu melawan serangan siber.
  2. Penguatan Kapasitas Keamanan Siber: Diperlukan perbaikan dalam lembaga dan institusi yang menangani keamanan siber, serta peningkatan keahlian talenta di bidang ini.
  3. Regulasi Keamanan Siber yang Lebih Ketat: Perlu penyempurnaan regulasi dan undang-undang terkait keamanan siber untuk memastikan perlindungan data dan privasi yang memadai.
  4. Meningkatkan Kesadaran Masyarakat: Edukasi dan literasi masyarakat perlu ditingkatkan agar mereka lebih sadar akan pentingnya keamanan siber dan menerapkan praktik-praktik yang aman dalam aktivitas online.

Meskipun Indonesia masih tertinggal, beberapa langkah positif telah diambil, seperti pembentukan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta penerapan peraturan perlindungan data pribadi yang lebih ketat. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber juga menjadi langkah maju yang perlu dipertahankan.

Meningkatkan keamanan siber tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga sektor swasta dan masyarakat umum. Dengan kerjasama yang kuat dan komitmen bersama, Indonesia dapat terus meningkatkan posisinya dalam peta keamanan siber global dan melindungi warganya dari ancaman online yang semakin kompleks!

Previous post Kopi Jago: Kedai Kopi Keliling Modern di Jakarta
Next post Memilih Software Antivirus dan Anti-Ransomware untuk Keamanan Optimal