kedaiSTYLE

Trend Homeschooling Paska Pandemi

KEDAINEWS.COM – Homeschooling atau sekolah mandiri dikenal sebagai metode sekolah di rumah. Apalagi di saat pandemi hampir semua anak berasa menggunakan metode homeschooling karena semua dikerjakan secara online dari rumah.

Namun trend homeschooling mulai banyak dilirik oleh para orang tua di Indonesia sebagai metode pendidikan alternatif bagi anak. Bagi mereka yang setuju, homeschooling dirasa dapat mengakomodasi kebutuhan akan metode pendidikan yang sesuai dengan kemampuan, minat, serta gaya belajar anak. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai keunggulan dan kerugian homeschooling, artikel ini akan membahas:

Apa Itu Homeschooling?

Homeschooling kini menjadi pilihan bagi banyak orang tua untuk memenuhi pendidikan anaknya. Namun, perlu dipahami bahwa homeschooling bukan sekadar sekolah di rumah. Anda perlu memahami sistem pendidikan ini, sebelum memutuskan untuk mengadaptasinya untuk anak.

Sistem pendidikan homeschooling berangkat dari fakta bahwa setiap anak berbeda. Tidak semua anak cocok mengenyam pendidikan yang dilakukan di sekolah sambil duduk manis dan mendengarkan guru berbicara. Ada tipe anak yang menginginkan metode belajar berbeda, yang memungkinkan mereka bisa bebas bergerak dan bereksplorasi tanpa menghilangkan esensi pendidikan yang dibutuhkan.

Tak hanya itu, orang tua juga pada akhirnya menyadari bahwa anak memiliki minat yang berbeda-beda. Hal ini membuat homeschooling hadir dengan sistem pendidikan yang didesain untuk membantu anak belajar sesuai dengan minat dan bakatnya. Cara belajarnya pun disesuaikan keinginan dan preferensi setiap anak. Misalnya, ada anak yang senang belajar melalui eksperimen dan ada pula anak yang lebih suka belajar di luar ruangan sambil mengamati. Apapun preferensi anak, semuanya bisa diakomodasi melalui sistem pembelajaran homeschooling.

Satu hal yang juga penting, homeschooling membutuhkan kesepakatan antara anak dan orang tua. Jangan sampai orang tua memilih homeschooling, tetapi anak ternyata lebih menyukai sekolah konvensional yang memungkinkan ia bertemu banyak teman setiap hari.

Keunggulan Homeschooling

Waktu belajar yang fleksibel
Salah satu keuntungan homeschooling adalah fleksibilitas waktu belajar. Orang tua, anak, dan staf pengajar dapat saling mendiskusikan waktu yang tepat untuk memulai belajar dan menentukan durasi belajar. Selain itu, Anda dan anak juga dapat memilih jadwal mata pelajaran yang ingin dipelajari dalam satu hari.

Memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan bakat
Setiap anak memiliki bakat, minat, serta kemampuan mengolah informasi yang berbeda. Dengan homeschooling, Anda dan anak dapat bersama-sama menentukan topik, waktu, durasi, hingga cara belajar yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan gaya belajar anak. Dengan adanya fleksibilitas, metode belajar ini bisa lebih optimal dalam mengembangkan bakat setiap anak sesuai keinginan dan kemampuan.

Anak mendapatkan istirahat yang cukup
Rutinitas sekolah formal yang mengharuskan anak untuk datang lebih pagi dan terkadang pulang hingga sore bisa membuat waktu istirahat anak menjadi berkurang. Bukan tak mungkin anak akan merasa kelelahan setiap pulang sekolah dan tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup. Hal ini berbeda dengan sistem pembelajaran homeschooling yang pengaturan waktunya lebih fleksibel, sehingga orang tua dapat mengatur waktu istirahat anak dengan baik.

Orang tua dapat mengawasi pertemanan anak
Salah satu hal yang dikhawatirkan orang tua ketika anak bersekolah konvensional adalah persoalan pertemanan, karena perilaku bullying di antara anak-anak bisa saja terjadi. Dengan homeschooling, orang tua dapat terus mengawasi proses pembelajaran dan pertemanan anak. Dengan begitu, anak dapat terhindar dari pertemanan yang kurang baik atau bahkan bersifat merusak di masa pertumbuhannya.

Kerugian Homeschooling

Ruang lingkup pertemanan anak menjadi terbatas
Dibandingkan dengan anak-anak yang mengikuti sekolah konvensional dan bertemu dengan banyak anak-anak lain seusianya, homeschooling membuat kehidupan sosial anak terbatas hanya pada interaksi dengan staf pengajar dan keluarga. Oleh karena itu, untuk mengatasi efek sosial yang mungkin timbul pada anak homeschooling, orang tua perlu membuat anak-anaknya tetap terhubung dengan dunia sekolah dan lingkungan sebayanya. Misalnya, membuat kelompok anak-anak homeschooling untuk berkumpul, belajar, dan berinteraksi bersama.

Kesulitan mengakses fasilitas belajar yang umumnya ada di sekolah
Proses belajar homeschooling tidak memungkinkan anak untuk mendapatkan fasilitas pendukung yang layaknya ada di sekolah formal. Contohnya, anak mungkin tidak memiliki kesempatan untuk mencoba laboratorium sains, laboratorium bahasa, perpustakaan sekolah, atau studio seni.

Yuk Bagikan Artikel Ini :

BACA ARTIKEL LAINNYA