kedaiNUSANTARA

Rosokku : Solusi ubah sampah jadi rupiah tanpa harus keluar rumah di Surabaya

KEDAINEWS.COM – Ingin mendapatkan uang jajan tanpa bersusah payah ? Kini ada cara menghasilkan uang cepat tanpa khawatir penipuan. Coba deh ingat – ingat dulu, barang bekas apa saja yang ada di rumah !

Tumpukan buku buku yang  sudah tidak terpakai, koran bekas, kertas – kertas usang ataupun botol – botol plastik yang berceceran. Eits jangan sepelekan ! meskipun terkesan tidak berguna tapi siapa sangka dari barang – barang itulah uang bisa didapatkan tanpa perlu keluar rumah.

Di Surabaya “Rosokku” hadir menawarkan solusi bagi anda yang ingin mengubah sampah menjadi pundi – pundi rupiah. Caranya terbilang mudah, hanya dengan menghubungi nomer customer service yang tertera di akun @rosokku_official. Anda cukup share lokasi, kemudian kurir akan dengan senang hati menjemput barang bekas langsung ke rumah. Gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun. Tentunya ini lebih menghemat biaya daripada harus datang ke tempat pengepulan bukan?

“Rosokku memang sengaja didesain untuk mempermudah para pelanggan untuk mengatur sendiri jadwal pengambilan rosok. Sehingga mereka lebih leluasa dan tak perlu bersusah payah untuk datang ke lapak rosok. Karena kami selalu siap sedia menjemput barang rosok langsung ke rumah” ujar salah satu founder Rosokku Rizki Firdaus (21).

Terkait perhitungan harga, Rizki memaparkan bahwa harga disesuaikan dengan jenis barang rongsokan yang dijual. Untuk koran bekas dihargai 1.500/kg, rongsokan sisa kertas HVS 1.000/kg, plastik 2000/kg, kardus 500/kg sementara untuk buku dan kertas bekas dihargai 800/kg. Selama 2 tahun beroperasi, rosokku sudah menyentuh berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa, event organizer, usaha fotokopi maupun perusahaan  yang ada di Surabaya dan sekitarnya.

Selain berbisnis, rosokku mempunyai visi misi menyelamatkan bumi. Di akun sosial media dan beberapakali undangan seminar, rosokku kerapkali mengkampanyekan kepedulian terhadap lingkungan. Hal ini tentunya tidak terlepas dari bagaimana rosokku bermula.

“Karena lahirnya rosokku sendiri tidak lepas dari keresahan terhadap penanggulangan sampah yang masih terbengkalai. Sehingga kami berfikir untuk membuat platform digital rosokku. Supaya lebih mengedepankan service terhadap pelanggan sekaligus menjangkau banyak pihak secara luas”, ungkap Rizki.

Penulis : Widyawati Kusuma Dewi (Jawa Timur)

Yuk Bagikan Artikel Ini :

BACA ARTIKEL LAINNYA